HINGGA saat ini, masih saja camat beserta lurah-lurahnya tak berhasil mencari tanah untuk kepentingan masyarakat luas. Rencananya, pencarian tanah itu untuk pendirian depo sampah di setiap kecamatan minimal satu depo.

Tapi, setahun lebih perintah itu dikeluarkan, tetap saja belum menunjukkan hasil yang memuaskan.


Wali Kota Palangka Raya Riban Satia pun kecewa dengan kinerja jajarannya. Karena rupanya ancaman pencopotan yang didengungkannya  sejak tahun lalu, tak berhasil memaksa camat dan lurah bertindak serius mendapatkan tanah.


 “Saya heran, masa cari tanah untuk kepentingan pemerintah kok gak bisa. Kalau cari tanah pribadi kok bisa. Padahal itu duitnya pribadi, sedangkan yang saya tugasi duit pemerintah.

Masalahnya di mana?” ucap Riban saat berdiri hendak membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pahandut, Selasa (16/2).


“Kalau saya gak sabaran dan menahan diri dari sejak saya menancam copot dulu, sudah banyak camat dan lurah yang saya copot. Tapi masih saya kasih kesempatan lagi ini,” tambahnya.


Riban merasa risih, karena banyak tanah kosong di Palangka Raya ini tapi pejabat keamatan dan kelurahan mengaku kesulitan. Ia menduga kurang niat dari pejabat setempat saja sehingga sampai kini tiada hasil.


Yang membuat ia heran selanjutnya adalah banyaknya alasan. Ia sampai menyontohkan turun lapangan sendiri mencari lokasi tanah yang strategis dan kosong dan ternyata orang yang memiliki lahan mau lahannya dibebaskan.
(RZ/B-12)