NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Kasus narkoba dan kekerasan terhadap anak, khususnya terkait pelecehan seksual kepada anak dibawah umur di Kabupaten Lamandau perlu mendapat perhatian dan penanganan serius.

Kepala Kejaksaan Negeri Lamandau, Hendra Jaya Atmaja menyatakan dua kasus tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ia berharap, semua pihak bekerja keras agar kedua kasus tersebut dapat diminimalisasi.

“Dua kasus ini cukup memprihatinkan karena imbasnya kepada generasi muda sebagai generasi penerus pembangunan,” kata Hendra saat dikonfirmasi pada Minggu, 1 Januari 2023.

Pria yang pernah menjadi peserta terbaik dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Kejaksaan angkatan I Tahun 2022 itu menyebut, dalam kasus narkotika tidak mengalami tren yang menurun setiap tahun, namun sebaliknya.

Dari sebanyak 98 perkara yang masuk dan ditangani, terang Hendra, kasus narkoba dan pelecehan seksual (pencabulan) terhadap anak di bawah umur terus mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Padahal narkotika memiliki daya rusak untuk generasi muda dan dikuatirkan dampaknya juga bisa meluas kepada masyarakat umum,” ucapnya.

Hendra mengajak kepada seluruh pihak terkait, baik pemerintah setempat, aparat penegak hukum dan elemen masyarakat bisa melakukan antisipasi dan pencegahan agar kasus narkotika ini bisa diminimalisir.

Begitu juga, kata dia, dengan perkara kasus pencabulan yang masih terjadi dengan korban anak di bawah umur. Bahkan, beberapa diantaranya korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga. 

Hendra mengingatkan kepada para orang tua agar lebih intens menjaga anak-anaknya. Efek kemajuan teknologi terutama handphone dan lemahnya pengawasan orangtua membuat anak-anak seringkali melakukan perbuatan diluar batas.

“Bahkan persetubuhan di bawah umur juga dilakukan oleh anak-anak yang masih memiliki hubungan keluarga,” sebut Hendra.

--page

Terpisah, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Lamandau, Friaraiyatini menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya kasus persetubuhan anak di bawah umur ini. Pihaknya sendiri siap menerima laporan dari masyarakat jika ada kejadian kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak.

“Kami selalu siap mendampingi korban untuk memberikan bantuan pengobatan mental anak dengan mendatangkan psikolog. Pengobatan dari sisi psikologis sangat penting, sehingga trauma tersebut tidak membekas dan memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa nanti,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-11)