BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Falery Tuwan mengungkapkan, dengan dicabutnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di akhir tahun 2022, tentu disambut baik.
“Jika melihat statistik yang ada Kalteng sudah aman dari penyeraban Covid-19. Dengan dihapuskannya PPKM oleh kepala negara, tentu kita sepakat,” ungkapnya, Senin, 2 Januari 2023.
Falery menjelaskan, aturan PPKM yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam negeri mengatur level sesuai keaadaan Covid di setiap wilayah yang ada di Indonesia. Untuk di Kalteng sendiri saat ini berada dilevel terendah atau paling aman.
“Di Kalteng itu tidak ada lagi penyebaran Covid-19 yang membayakan. Memang ada penambahan kasus setiap harinya, namun sangat rendah. Paling dua sampai tiga orang. Itu pun pada orang yang memiliki komorbid. Jadi dari segi keamanan jika PPKM dicabut, Kalteng aman,”tegasnya.
Falery menuturkan, dengan dicabutnya PPKM oleh Presiden, ruang isolasi tidak ada lagi nantinya. Namun masyarakat tetap diminta untuk hidup sehat. “Dengan menjaga pola hidup, diharapkan imunitas tubuh semakin kuat. Saya berharap, masyarakat tetap menggunakan masker di tempat kerumunan,” katanya.
--page
Falery melanjutkan, penggunaan masker sangat banyak manfaatnya salah satunya untuk menghindarkan dari elergi, polusi dan penyakit menular lainnya.
“Dengan tidak adanya lagi pembatasan, kita harap perekonomian berjalan dengan baik. Karena masyarakat sudah bisa leluasa melakukan aktivitas. Event besar sudah bisa digelar. Dengan adanya even ini perekonomian kita semakin berkembang,” pungkasnya. (APRIANDO/B-5)









