Hari pertama kerja setelah pelantikan, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi bersama Wakilnya M Taufiq Mukri langsung mengumpulkan Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Kusdinata.


Supian Hadi bersama wakilnya itu menggelar rapat tertutup di kantor DPKAD Kotim. Rapat yang berlangsung sejak pagi hingga pukul 14.15 WIB itu membahas banyak hal penting terkait target pembangunan Kotim lima tahun ke depan.


“Ini kami koordinasi dengan Pak Wabup dan Sekda. Pertama kita melihat dari sisi anggaran, karena pada saat ketok palu anggaran 2016 pada zamannya Pak Pj (penjabat bupati) kita melihat sejauh mana persiapan pelaksanaannya. Kedua,  kita membicarakan kepada tim anggaran sejumlah renana anggaran ke depan yang akan kita tuangkan dalam RPJMD dan disesuaikan dengan posisi anggaran di Kotim,” jelas Supian Hadi kepada wartawan,, Kamis (18/2/2016).


Sepertinya, dari hasil rapat koordinasi tiga pembesar Kotim itu, bakal banyak program yang akan dievaluasi oleh pasangan Sahati pada periode keduanya ini. Terutama yang berkaitan dengan peningkatan Pendapatan Asli daerah (PAD) Kotim.


“Yang pasti kita mengavaluasi semua, bukan berarti menghilangkan, termasuk sektor-sektor PAD yang kita bicarakan, sektor PAD mana saja yang akan kita gali nantinya,” ungkap Supian yang didampingi wakilnya, Taufiq Mukri.


Berdasarkan laporan Sekretaris daerah tambah Supian, banyak program yang harus menjadi perhatian serius dan untuk ditindaklanjuti oleh SKPD terkait. Selain mengejar target program, juga upaya mempertahankan penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Tengah. Pada 2015 Kotim meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Kalteng.


Sementara itu Sekretaris Daerah Kotim, Putu Sudarsana mengatakan, penyerapan anggaran pada 2016 hingga pada Februari ini mencapai 3,7%. Sedangkan pembangunan fisik mencapai 3,7% dari total anggaran Rp1,674 triliun. (FI/m).