KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Sejak beberapa hari terakhir, sejumlah warga Kota Kasongan Kabupaten Katingan mengeluhkan cuaca panas, terutama sejak pukul 09.00 hingga menjelang pukul 16.00 WIB.

Cuaca panas tersebut diduga akibat curah hujan menurun. Bahkan untuk wilayah Kota Kasongan, sudah hampir dua pekan lamanya tidak pernah turun hujan.

Kondisi itu diperparah dengan sinar matahari yang terus memancarkan sinarnya sepanjang hari, terutama pukul 11.00 hingga 14.30 WIB yang dirasakan warga cukup panas.

"Ya tidak tahu juga penyebabnya, biasanya bulan-bulan seperti ini (Desember-Januari) kalau sebelum-sebelumnya musim hujan, tapi di Kasongan sudah lebih 10 hari terakhir tidak ada turun hujan. Hawanya seperti musim kemarau karena panas matahari semakin menyengat," kata Anto, warga Kasongan, Selasa, 3 Januari 2023.

Anto mengaku, dua hari terakhir kondisi cuaca di Kasongan sekitar tempat tinggalnya kadang mendung, namun belum ada hujan yang turun.

--page

Anto memerkirakan jika kondisi ini (tidak hujan) terus berlanjut hingga seminggu ke depan, bukan tidak mungkin ada lahan atau pekarangan yang terbakar. Pasalnya, semak belukar atau rumput yang tumbuh terutama di tepi jalan sebagian mengering.

"Harapan kami sih dalam beberapa hari ke depan ada turun hujan. Sebab, sekarang debu di sejumlah ruas jalan sudah mulai berterbangan dan semak belukar sudah mulai mengering. Artinya, rawan terjadinya karhutla (kebakaran hutan dan lahan," imbuh Anto lagi 

Sementara dari pantauan borneonews, sejak hampir dua pekan terakhir memang di Kota Kasongan dan sekitarnya tidak ada hujan turun. Namun dari informasi pada hari kemarin, Senin, 2 Januari 2023, sempat ada turun hujan dengan intensitas sedang dan berlangsung singkat di Kereng Pangi, sekitar 15 Km dari Kasongan. (ABDUL GOFUR/B-7)