SEJAK beberapa bulan terakhir, tren sepeda jenis BMX sedang mewabah di kalangan anak-anak hingga remaja di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Banyaknya penggemar BMX membuat seorang warga di Jalan Tidar, Kecamatan Baamang, membuat sebuah lintasan balap, khusus untuk menyalurkan hobi tersebut. Warga tersebut adalah Alvin Hadi Usada.
Berawal dari kegemaran Alvin dengan motor cross yang identik dengan lintasan hutan, dia mengolah lahan di belakang rumahnya menjadi lintasan BMX yang dilengkapi dengan beberapa tantangan dan tikungan.
“Saya sengaja membuat sirkuit BMX ini untuk wadah anak-anak bermain sepeda. Sehingga mereka tidak lagi bermain atau beratraksi di jalan raya yang sangat membahayakan,” ujar Alvin.
Selain atas dasar tersebut, dirinya juga beranggapan, penyaluran bakat ini akan membuat anak-anak dan remaja terhindar dari hal negatif.
Seperti ngelem, mabuk-mabukan, dan pergaulan bebas. “Kalau sudah cape bermain BMX, saya rasa mereka tidak ada pikiran untuk berbuat negatif pada malam hari. Sehingga itulah dampak positif dari adanya sirkuit ini,” ungkap Alvin.
Pengguna sepeda BMX di Kota Sampit cukup banyak, apalagi mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Hal itulah yang mendasari Alvin untuk membuat sirkuit. Sirkuit itu dibuka setiap hari, sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Setiap hari puluhan anak-anak pecinta BMX berkumpul di tempat tersebutuntuk menunjukkan kebolehannya.
Saat ini untuk anak-anak yang berlatih tidak ada peraturannya, namun ke depan harus menggunakan pengaman. Sehingga kalau jatuh tidak terlalu membahayakan.
“Nanti akan kami buat pertandingan balap di sirkuit ini, dengan beberapa golongan usia. Sehingga nantinya hobi-hobi mereka bisa tersalurkan,” kata Alvin.
(MH/B-2)


