TABALONG Ethnic Festival 2016 yang dilaksanakan Yayasan Putra/Putri Saraba Kawa di Taman Kota Tanjung pada 15-21 Februari, dimeriahkan berbagai permainan tradisional, seperti balogo, main tali, dan badako.
Menurut perwakilan panitia penyelenggara dari Yayasan Pusaka Erlinda, Kamis (18/2/2016), permainan tradisional itu ditampilkan Forum Anak Daerah Kabupaten Tabalong dengan harapan mempopulerkan kembali permainan zaman dulu kepada masyarakat.
“Selama ini permainan tradisional anak-anak mulai jarang dipertontonkan karena itu Forum Anak Daerah Kabupaten Tabalong ingin mempopulerkan permainan tradisional anak-anak seperti cukcuk bimbi, badako, dan balogo melalui Tabalong Ethnic Festival,” ungkap Erlinda.
Selain menampilkan aneka permainan tradisional lokal, Tabalong Ethnic Festival juga dimeriahkan atraksi beladiri kuntau dari perkumpulan Tujuh Sepucuk dan Hasim Harimau dari Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak.
Lalu disuguhkan pula kesenian tradisional daerah Banjar seperti Mamanda yang dibawakan Sanggar Pusaka Tanjung. Ada pula suguhan Musik Panting yang ternyata mampu menjadi magnet pada festival budaya di Bumi Saraba Kawa ini.
Direktur Yayasan Pusaka Firman Yusi mengatakan Tabalong Ethnic Festival tahun ini akan mengundang drummer dari Group Band Gigi Gusti Hendy yang akan berkolaborasi dengan alat musik tradisional Banjar.
“Kolaborasi drummer Gigi dengan alat musik tradisional daerah oleh Sanggar Suluh Banua rencananya kita gelar Sabtu malam dengan tampilan pembuka berupa musik Bambu dari Kota Banjarmasin,” sebut Firman.
Selanjutnya puncak acara Tabalong Ethnic Festival bakal dimeriahkan dengan Ethnic Carnaval yang akan diikuti sekitar 200 peserta, baik per kelompok maupun perorangan. Mereka akan menampilkan beraneka ragam busana tradisional khas Suku Banjar dan Dayak. (Ant/B-3)








