SEBANYAK 10 sekolah di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Se­lat­an, akan mengikuti se­leksi Adiwiyata tingkat ka­bu­paten yang proses penilai­an­nya dimulai Maret 2016.


Kepala Bidang Pemantauan dan Pemulihan Badan Ling­kungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tabalong Sam’ani, Kamis (18/2/2016), me­ngatakan bahwa hasil pe­nilaian Adiwiyata tingkat ka­bupaten minimal 58 untuk bi­sa maju ke tingkat Provinsi Kalsel.


“Sebanyak 10 sekolah akan di­siapkan untuk mengikuti pe­nilaian Adiwiyata tingkat Pro­vinsi Kalsel dan tim peni­lai Adiwiyata kabupaten mu­lai menyeleksi serta memve­ri­fikasi hasil pencapaian Adiwiyata di masing-masing se­kolah pada Maret 2016,” sebut Sam’ani.


Sekolah yang mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat kabupaten di antaranya SDN Cakung Permata Nusa, SMPN 2 Murung Pudak, SMAN Muara Uya, MAN Kelua, SDN 1.5 Belimbing, dan SMPN 4 Murung Pudak.


Untuk SDN Cakung Perma­ta Nusa sebelumnya sudah pernah mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat provinsi. Namun gagal masuk nomina­si nasional.

Walau begitu ta­hun ini kembali diikutserta­kan da­lam seleksi.


Sedangkan SMAN Tanta dan SMAN 2 Tanjung berhasil masuk nominasi nasional pe­ni­laian Adiwiyata dan akan di­persiapkan sebagai Adiwi­ya­ta Mandiri.
Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pemulihan BLHD Taba­long Nilly Raihani menutur­kan, sekolah yang telah men­ja­di Adiwiyata Mandiri harus mem­bina sekolah lain agar bisa melaksanakan program ramah lingkungan.


“Penilaian Adiwiyata Man­diri untuk SMAN Tanta dan SMAN 2 Tanjung baru bisa di­laksanakan pada 2017 dan ki­ta menyiapkan SK (surat ke­putusan) penetapan sekolah yang menjadi binaan,” ka­ta Nilly.

Tidak mudah


Untuk menuju sekolah Adi­wi­yata bukanlah perkara mudah. Sekolah setidaknya mam­pu melaksanakan empat komponen program Adiwi­yata berdasarkan aturan da­lam Peraturan Menteri Ling­kungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adi­wiyata.


Keempat komponen itu me­liputi aspek kebijakan se­kolah yang berwawasan ling­kungan, kurikulum sekolah berbasis lingkungan, ke­giatan sekolah berbasis par­tisiptif, serta pengelolaan sarana dan prasarana pendu­kung sekolah yang ramah ling­kungan.
(Ant/B-3)