UNIT Transfusi Darah (UTD) RSUD Lamandau belum bisa dimanfaatkan optimal. Penyebabnya, belum adanya tenaga teknis untuk menenangani peralatan di UTD tersebut.
Demikian disampaikan Kasi Pelayanan Medik RSUD, Wita, Kamis (18/2).
“Misalnya, untuk penanganan pasien yang positif DBD, kita lakukan rujukan ke rumah sakit di Pangkalan Bun. Kalau disini masih terkendala belum adanya tenaga teknis untuk pengoperasian alat tranfusi darah,” sebutnya.
Dijelaskannya, manfaat UTDRS sangatlah penting, karena transfusi darah tersebut mempunyai peran penting untuk penanganan trombosit seperti bagi pasien DBD.
Sementara itu, diketahui bahwa untuk jumlah pasien DBD dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini tidak ada pasien yang positif.
Meskipun tidak dipungkiri juga, kata dia, beberapa pasien yang terkena gejala memang ada dan langsung dirujuk ke Pangkalan Bun, Kobar.
“Tahun 2016 ini tidak ada pasien DBD. kecuali pada bulan Desember 2015 yang tercatat di data bahwa ada pasien RSUD lima orang terdeteksi positif DBD. Ditambah satu orang lagi yang datanya langsung masuk dinkes, sehingga jumlahnya menjadi enam,” katanya.
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Promosi Kesehatan Dinkes Lamandau, Purwanto.
(HN/B-11)


