SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - 90 titik hospot yang terpantau BMKG Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Sukamara banyak terjadi di wilayah Kecamatan Sukamara. Titik tersebut meningkat pada bulan Juni dan Juli 2022.

"Pada tahun 2022 ada sekitar 90 titik hotspot, ini terjadi di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Sukamara, semuanya dapat tertangani dengan bagus baik," kata Kapolres Sukamara, AKBD Dewa Made Palguna usai Apel Gelar Pasukan dan Sarpras Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla, Kamis, 5 Januari, 2023.

Menurut dia, di setiap peristiwa terpantau 90 titik hospot, pihaknya selalu sinergi dalam penanganannya, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tuntas walaupun membutuh waktu karena kendala tantangan geografis.

"Hotspot ini paling banyak terjadi di Sukamara. Itupun di lahan-lahan semak-semak. Jadi, tidak ada yang mengenai lahan pertanian masyarakat Sukamara, dan ini terjadi paling banyak di bulan Juni dan Juli. Ini berdasarkan data yang kami himpun," ujar Dewa.

Dewa menambahkan, saat ini, udara berhembus kencang, sehingga mempengaruhi kecepatan parameter api yang ada di hotspot. Agar tidak meluas, maka petugas lapangan harus lebih cepat ke TKP untuk menangani kebakaran .

--page

"Satu tantangan kami adalah memang wilayah kita banyak gambut, kemudian sarana prasarana untuk mencapai titik hotspot kadang-kadang menjadi tantangan tersendiri oleh petugas yang di lapangan," pungkasnya. (NORHASANAH/B-7)