TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur melalui Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Kecamatan Paju Epat melakukan pendampingan kepada warga Desa Telang Baru dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Pemanfaatan lahan itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, keluarga sekaligus menekan kasus stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak.

"Tenaga penyuluh pertanian kami Anton Boa Tua Sirait mendampingi bagaimana cara membudidayakan komoditas pangan seperti terong, tomat dan cabai dalam polibag," ungkap Koordinator BPP Paju Epat Lukmanul Chakim, Jumat, 6 Januari 2023.

Selain mengajarkan cara budi daya yang baik, dalam kesempatan pendampingan penyuluh pertanian juga memberikan pemahaman kepada warga desa setempat terkait penyebab stunting pada anak.

"Warga diberi penyuluhan juga bahwa menyebabkan stunting adalah asupan gizi dan nutrisi yang sangat rendah dan salah satu upaya dalam memenuhi gizi ini adalah dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman," jelas Lukman.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga tidak harus memiliki lahan yang luas. Bahkan untuk menanam, selain polibag bisa juga memanfaatkan ember bekas, botol bekas maupun karung bekas.

--page

"Sayuran yang bisa ditanam di pekarangan rumah juga beragam seperti bayam, kangkung, selada, sawi dan lainnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, warga juga bisa menghemat pengeluaran," tambahnya.

Lukman mengungkapkan, pengadaan bibit sayuran di Desa Telang Baru bersumber dari Dana Desa (DD). Sedangkan warga mengembangkan budidaya tanaman sayuran di pekarangan mencapai 500 kepala keluarga.

"Respon warga sangat baik, mereka senang dengan adanya kegiatan penanaman komoditas hortikultura ini karena tidak lagi membeli cabe, terong atau tomat," ucapnya. (BOLE MALO/Y)