BORNEONEWS, Buntok - Jajaran Polsek Gunung Bintang Awai atau GBA kembali melaksanakan program ‘Jumat Curhat’ di Desa Tabak Kanilan.
Kapolsek GBA Ipda Stefanus Rantealo mengatakan, Jumat Curhat ini merupakan program Polri untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Hal ini dilakukan agar setiap permasalahan dalam penyelesaiannya selalu bersama-sama dan bersinergi antara masyarakat dengan Polsek,” kata Stefanus Rantealo.
Kapolsek membeberkan, dalam kesempatan ini masyarakat menyampaikan curhatan terkait anak-anak SMP dan SMA saat pulang sekolah sering ugal-ugalan di Jalan Muka Haji Desa Tabak Kanilan menggunakan sepeda motor serta dijadikan tempat balapan liar.
Warga juga, lanjut Kapolsek, meminta pendampingan dan mediasi kepada Polsekdalam permasalahan sengketa lahan aset Pemdes Tabak Kanilan dengan warga.
--page
Sebab, permasalahan tersebut sudah berlangsung cukup lama, sehingga program pembangunan di area lahan yang bersengketa selalu terhambat.
“Setelah mendengar keluhan tersebut kita akan melaksanakan program pengaturan lalu lintas di SMA dan SMP setiap pagi serta juga akan menjadi inspektur upacara pada upacara bendera hari Senin,” kata Kapolsek.
Pihaknya juga akan melaksanakan patrol pada saat jam sekolah di jalan-jalan yang dijadikan tempat balapan liar.
Ia menyampaikan terkait dengan permohonan bantuan mediasi dan pendampingan, pihaknya bersama pemerintah desa segera mengagendakan untuk mediasi.
Sementara itu, Kades Tabak Kanilan, Narwasta mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi program Jumat Curhat, karena ini menjadi ajang sna atau silaturahmi antara masyarakat, Pemdes dan Polsek.
“Kita mendukung seluruh program maupun kegiatan Polsek, sehingga Kamtibmas terus terjaga dengan aman, damai dan tentram,” ucap dia. (URIUTU DJAPER/Y)









