PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palangka Raya Shehab E.Ependi sangat mendukung pencabutan PPKM secara nasional. Sebab, ia menilai itu akan berdampak pada penjualan. 

"Sempat ada kenaikan suku bunga yang cukup tinggi namun kami yakin, setelah adanya pencabutan PPKM, ada kebijakan yang sama-sama menguntungkan antara UMKM dan perbankan, serta aturan pleksibel untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR)," ungkapnya, Jumat, 6 Januari 2023

Dalam mengoptimalkan UMKM, ada dua langkah yang akan terus digalakan. Salah satunya, berupaya dalam menciptakan pelaku usaha baik di tingkat kampus tingkat maupun masyarakat. Itu supaya generasi muda setelah lulus dari sekolah ataupun universitas, tidak hanya mencari pekerjaan tapi membuka lapangan kerja sendiri.

"Selanjutnya kami juga mengoptimalkan pelaku UMKM yang sudah ada atau sudah eksis untuk membantu perizinan, supaya mereka bisa lebih melek dalam legalitas," tambahnya.

Menurutnya, kenapa harus melek legalitas, karena supaya ketika ada bantuan dari kementerian dan lain-lain itu sudah legal dan tidak terkendala. "Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan forum bisnis. Dalam forum tersebut akan dibahas produk UMKM, baik itu legalitas barang jualannya contohnya, izin bea cukai, MUI, disprindag dan lainnya," ungkapnya. 

--page

Shehab berharap, di tahun 2023, pemerintah mampu mempercepat ekonomi lokal supaya bisa lebih berkembang dan berpotensi meningkat sampai skala ekspor. "2023 diharapkan bisa lebih tinggi lagi dengan peningkatan ekonomi. Diumumkan oleh presiden, ekonomi Indonesia, 5,6 persen. Diharapkan tahun ini bisa sampai 6 hingga 7 persen, dengan bantuan UMKM," pungkasnya. (APRIANDO/Y)