BORNEONEWS, Sampit - Kondisi terkini Bandara Haji Asan Sampit sepi penerbangan. Bandara tersebut kini hanya melayani 2 rute penerbangan.
"Citilink tidak beroperasi lagi di Kalimantan Tengah. Infonya mencari rute yang lebih potensial," kata Abidinoor, salah satu Aviation Security (Avsec) bandara Haji Asan Sampit.
Sementara itu, terkait rutenya, dari Surabaya menuju Sampit dengan maskapai Wings Air beroperasi pada pukul 09.55 WIB. Sebaliknya, Sampit menuju Surabaya dengan maskapai yang sama terbang pada pukul 11.50 WIB.
Berikutnya, Nam Air dengan rute Jakarta menuju Sampit pada pukul 17.50 dan rute sebaliknya pukul 18.20 WIB. Terakhir, bandara mengkonfirmasi maskapai Citilink tidak beroperasi sejak bulan Desember.
Sebelum Citilink, Xpress Air sudah lebih dulu hengkang dari bandara Haji Asan Sampit. Bahkan sejak baru beberapa minggu mulai beroperasi. Rute Semarang menuju Sampit dan sebaliknya dinilai kurang peminat.
--page
Bandara Haji Asan Sampit sempat melayani rute penerbangan Sampit menuju Pangkalan Bun dan Sampit menuju Banjarmasin. Namun setelah pandemi Covid-19 rute tersebut belum lagi dibuka.
Minimnya penerbangan diduga menjadi salah satu penyebab melambungnya harga tiket. Banyak pengguna mengeluhkan mahalnya harga tiket dari dan menuju Sampit.
"Tiketnya sekarang mahal. Tapi mau bagaimana lagi, cuma ini pesawatnya. Kalau ke Palangkaraya harus naik travel lagi. Sampit Surabaya Rp1,6 juta," kata Wahrin, salah satu penumpang Wings Air rute Sampit menuju Surabaya.
Salah satu travel agent di Sampit mengkonfirmasi mahalnya harga tiket pesawat tersebut. Bahkan rute Sampit menuju Surabaya saat ini dibanderol dengan harga kelas tertinggi Rp2,1 juta. Berbeda jauh dengan rute Palangka Raya menuju Surabaya dengan harga kelas tertinggi Rp1,3juta. Sedangkan rute Sampit menuju Jakarta selalu dibuka dengan harga kelas tertinggi Rp1,5 juta.
"Kemungkinan karena Surabaya kapasitas penumpangnya kecil juga ya. Dan cuma satu-satunya penerbangan. Jadi harganya tinggi. Harga paling rendah Rp1,6 juta, tertinggi Rp 2,1 juta," kata Endang, salah satu staf agen tiket pesawat di Sampit.
--page
Maskapai Wings Air menggunakan jenis pesawat ATR-72 dengan total penumpang ditambah awak kabin 72 orang. Sedangkan Maskapai Nam air meskipun sudah menggunakan pesawat jenis Boeing dengan kapasitas penumpang lebih besar, namun sering mengalami delay hingga cancel flight karena masalah operasional. (DEWIP/Y)









