Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi bersama Wakil Bupati M Taufiq Mukri khawatir capaian kinerja dan prestasi yang selama ini diraih pada periode pertama memimpin daerah itu menurun. Dia langsung menggelar rapat dengan Badan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) di Kantor DPKAD Kotim.


“Laporan dari Sekda akan kami tindaklanjuti, dan kami sudah bertemu dengan Ketua BPK Kalteng, karena ini lagi pemeriksaan BPK. Kami minta kepada BPK memeriksa dengan teliti jangan sampai nanti hasil pemeriksaan ini mengganjal kita untuk meraih WTP,” ujar Supian Hadi.


Pasangan Sahati itu tidak ingin prestasi yang diraih pada periode pertama memimpin daerah itu menurun. Berbagai target pun digenjot agar berbagai prestasi tetap mampu dipertahankan pada periode keduanya ini. Meski Supian selalu mengatakan optimistis akan mampu meraih itu, namun bukan hal mudah itu akan diraih.


“Kami ingin kita bekerja keras dan lebih serius dalam pengelolaan anggaran. Di sisi lainnya, kami berharap kita bisa kembali mencapai target memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP),” harapnya.


Struktur APBD Kotim pada 2016 ini yaitu Rp1,674 triliun, terdiri dari belanja tidak langsung Rp846,246 miliar dan belanja langsung Rp828,464.102. Artinya terjadi defisit Rp63,409 miliar.


Demi menggenjot kinerja dan pencapaian target pada awal kepemimpinnya ini, Supian Hadi sudah ancang-ancang bakal melakukan evaluasi kembali program-program di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).


“Yang pasti kita mengevaluasi semua program, bukan berarti menghilangkannya, termasuk sektor-sektor PAD tadi kita bicarakan mana yang meningkat dan mana yang kita gali nantinya,”ungkap Supian Hadi.


Seperti diketahui, Kotim baru sekali meraih Opini pelaporan keuangan WTP pada 2014. Setelah puluhan tahun pembentukan pemerintah Kabupaten Kotim tersebut. Diketahui, Kotim paling sering dapat Disclimer dan naik menjadi opini wajar dengan pengecualian. (RAFIUDIN/m)