Beberapa atap sekolah di SD Negeri 1 Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, banyak yang rusak dan sudah lapuk. Akibatnya, jika terjadi hujan, lantai ruangan digenangi air yang masuk melalui genting tembus ke atap yang jebol.
Seperti di ruang guru, bahan internit di sudut ruangan itu hampir copot. Namun selama belasan tahun terakhir belum ada perbaikan.
“Untuk memperbaikinya, kami menunggu dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) cair pada triwulan pertama tahun ini," ungkap Suriani, kepala SD Negeri 1 Karang Mulya, saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (19/2/2016).
Suriani mengaku, atap bocor ini terjadi sejak 2015, akibat sering terkena angin sehingga posisi plapon atap bergeser, dan tidak sedikit yang patah dan rusak.
"Kalau hujan sering bocor," kata Suriani.
Ruang perpustakaan yang kini beralih fungsi menjadi ruang guru tersebut nampak belum mendapat sentuhan renovasi. Lantai dan dinding ruangan pun sudah lapuk.
"Kalau untuk rehab total kami tidak bisa menganggarkan dari BOS, karena pasti tidak cukup. Kami usulkan melalui Disdikpora Kobar. Realisasi secara bertahap sudah ada, seperti pembangunan satu unit ruang belajar siswa," katanya. (CECEP HERDI/m)


