BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Alexius Esliter mendorong pemda khususnya Kabupaten Kotim untuk dapat menekan inflasi yang terjadi di wilayah Kotim dengan maksimal.
Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng yang dirilis belum lama ini Kotim mengalami inflasi 0,28 persen pada Desember 2022 yang diakibat adanya kenaikan pada sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat.
"Terjadinya kenaikan pastinya ada berbagai faktor yang mengakibatkannya seperti banjir yang terjadi, curah hujan tinggi mengakibatkan gagal panen, dan transportasi yang terganggu akibat jalan rusak, tentu itu harus menjadi perhatian," ujarnya, Minggu, 8 Januari 2023.
Selain itu akibat dari kenaikan harga BBM juga menjadi salah satu faktor harga-harga kebutuhan masyarakat naik, sehingga mengakibatkan inflasi. Oleh sebab itu, berbagai solusi untuk menekan inflasi tersebut harus dapat dilakukan.
Diungkapkannya bahwa, sejumlah kebutuhan masyarakat kebanyakannya masih didatangkan dari luar daerah utamanya Kalteng, hal inilah yang tentunya mempengaruhi harga dari setiap kebutuhan itu, sehingga langkah-langkah agar Kotim dan Kalteng utamanya bisa mandiri perlu dipikirkan.
"Saya rasa untuk menekan inflasi potensi daerah baik pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan lain-lain itu harus dapat dimaksimalkan agar kita bisa mandiri, sehingga harga dapat ditekan karena distribusinya tidak memerlukan biaya yang banyak," jelasnya.
--page
Di sisi lain, ia pun mengingatkan sifat-sifat konsumtif masyarakat terhadap barang-barang yang tidak perlu harus dapat dikurangi dan lebih baik membeli barang-barang yang memang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan sehingga perekonomian keluarga pun dapat terjaga dengan stabil.
"Ditengah inflasi masyarakat harus pintar dalam mengelola keuangan keluarga, jangan boros dan belanja sesuai kebutuhan. Kita juga mengharapkan pemerintah agar dapat maksimal menekan laju inflasi baik di Kotim maupun Kalteng pada umumnya," tukasnya. (DONNY D/R)









