PERKEMBANGAN perkoperasian di Katingan lima tahun terakhir berkembang pesat. Sayangnya, dari 228 jumlah koperasi yang terdaftar hanya 90 saja yang aktif.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Kabupaten Katingan, Saftul Anwar saat menghadiri rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (18/2/2016).
Banyaknya koperasi yang tidak aktif, ujarnya cukup disayangkan. Koperasi yang tidak aktif saat ini masih resmi terdaftar. Jika dikelola dengan baik dan benar maka koperasi yang ada akan tumbuh dan berkembang.
Dia menggambarkan, misalnya Koperasi GMT yang berdomisili di Tumbang Samba, beberapa tahun yang lalu hanya memiliki modal sekitar Rp5 juta saja. Namun, setelah beberapa tahun kemudian berkembang menjadi hampir Rp5 miliar.
Untuk itulah, Saftul berharap Koperasi GMT dapat menjadi percontohan bagi koperasi-koperasi yang ada di Bumi Penyang Hinje Simpei ini.
“Atas petunjuk Bupati mulai 2016 kami akan mengadakan pendidikan dan pelatihan tentang perkoperasian. Salah satu materinya adalah, bagaimana caranya mengelola koperasi secara baik dan benar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Katingan Ahmad Yantenglie secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi GMT Tumbang Samba.
“Semoga rapat anggota tahunan yang dilaksanakan pada hari ini membuahkan rumusan-rumusan yang lebih baik,” ucap Tenglie.
Saat itu Bupati juga menyampaikan berbagai hal, di antaranya tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tingkat ekonomi masyarakat Katingan, berbagai program yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2016 dan ke depannya, baik di sektor infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan maupun hal-hal lainnya yang kesemuanya itu untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Katingan pada umumnya.
“Berbicara tentang konsep pembangunan, tentu saja harus memiliki perencanaan yang matang. Karena, perencanaan, merupakan modal dasar pembangunan itu sendiri,” cetus Yantenglie. (GP/B-5)


