PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Legislator Kalteng, Sengkon menyebut wacana KPU RI mengembalikan sistem pemilu menjadi proporsional tertutup yang akan diterapkan pada 2024 mendatang itu kurang tepat.

Menurutnya, apabila dikembalikan maka hal tersebut akan merugikan para anggota calon legislatif (caleg) yang lain dalam persaingan. Sebab, jika proporsional tertutup caleg berdasarkan penugasan dari partai.

"Sebaiknya pemilu khususnya pileg tetap proporsional terbuka, karena akan memberikan kesempatan kepada caleg lain, sebab itu nantinya ditentukan oleh suara terbanyak," ucapnya, Senin, 9 Januari 2023.

"Kalau proporsional tertutup tentu itu akan merugikan bagi caleg lain yang banyak dukungan dari masyarakat. Karena, proporsional tertutup itukan calegnya berdasarkan penugasan dari partai," tambahnya.

Dirinya mengibaratkan apabila sistem pemilu dikembalikan ke proporsional tertutup itu tentunya seperti memilih kucing dalam karung. Oleh karena itu ada baiknya pemilu tetap dengan sitem proporsional terbuka.

"8 fraksi di DPR RI menolak sistem pemilu proporsional tertutup, termasuk Partai Perindo. Yang kita ingin pemilu tetap proporsional terbuka sebab akan lebih memiliki kesempatan duduk di kursi legislatif," jelasnya.

Dia menerankan, kalau memang nantinya pemilu ternyata di putuskan oleh KPU Pusat dengan sistem proporsional tertutup, artinya anggota legislatif akan di pilih atau ditunjuk oleh partai, dengan kata lain penugasan dari partai.

Maka dari itu, semua partai harus mematuhi ketentuan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk Partai Perindo baik pada tingkat pusat hingga daerah.

"Bagi kami di Perindo, jasa semua para caleg akan di hargai. Sebab, semua caleg memiliki hak sama untuk bisa duduk di dewan, baik caleg laki-laki atau perempuan, karena Perindo Kalteng sudah siap juga menghadapi pemilu 2024 baik Pilkada dan Pileg," ujarnya.

Tidak lupa Ketua DPW Partai Perindo Kalteng ini juga mendorong agar kaum perempuan supaya aktif dan diberi kesempatan yang sama pada pada pemilu 2024.

"Ketentuan calon perempuan 30 persen sangat bagus bagi keterwakilan kaum perempuan. Khususnya kami Partai Perindo sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung, untuk mewujutkan Indonesia sejahtera," tukasnya. (DONNY D/R)