BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pagar dan bantalan jembatan Sungai Awang di Desa Hayaping Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur rusak dan membahayakan pengendara kendaraan bermotor yang melintas.
"Kalau pagarnya belum lama rusak, sedangkan bantalan jembatan sudah dari sekitar dua tahun lalu saat banjir," ungkap Kepala Desa Hayaping Krisnayadi, kepada Borneonews, Senin, 9 Januari 2023.
Dia khawatir pagar jembatan yang rusak itu menyebabkan pengendara kendaraan bermotor tercebur ke sungai saat melintasi jembatan. Meski demikian, Krisnayadi memastikan tiang-tiang jembatan yang terletak di RT 03 itu masih cukup kokoh.
"Sebagai jembatan yang ada di jalan utama pemandangannya kurang baik dengan kondisi pagar yang rusak seperti itu, kemudian saya selaku kades juga khawatir jika terjadi insiden atau kecelakaan warga tercebur ke sungai," ucapnya.
Menurut Krisnayadi, perbaikan jembatan berbahan kayu ulin tersebut selalu diusulkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang, namun karena hingga kini belum direalisasikan warga menjadi bingung apakah perbaikan jembatan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi atau kabupaten karena salah satu sisi jembatan terhubung dengan jalan kabupaten, sedangkan sisi yang lain terhubung dengan jalan provinsi.
Padahal jembatan tersebut merupakan akses utama dari Kecamatan Awang menuju ke ibu kota kabupaten. Jika sewaktu-waktu jembatan itu tidak dapat dilintasi maka untuk ke Kota Tamiang Layang warga harus berputar jauh melewati jalan di kecamatan lain.
"Harapan kami selaku pemerintah desa bersama warga di sini supaya secepatnya dinas terkait merespon keluhan masyarakat dan memperbaiki jembatan ini," kata Krisnayadi. (BOLE MALO/R)









