SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Terowongan Nur Mentaya menjadi ikon baru di Kabupaten Kotawaringin Timur. Permasalahan sampah sempat menjadi viral seiring banyaknya pedagang dan pengunjung. Ady Candra, Camat Baamang, mengaku telah menyiapkan puluhan tong sampah untuk Terowongan Nur Mentaya.

"Kami telah mengedarkan 20 unit tong sampah melalui rekan-rekan Batamad. Saat ini, kami sedang mengajukan lagi 20 tong sampah tambahan," ujarnya.

Total 40 tong sampah akan diletakkan di sepanjang Terowongan Nur Mentaya. Terkait 20 tong sampah tambahan, Ady mengaku akan langsung mendistribusikannya bersama Forkopimcam Baamang di titik-titik kerumunan masyarakat yang berada di Terowongan Nur Mentaya.

Keterbatasan tong sampah dikeluhkan pengunjung Terowongan Nur Mentaya. Bahkan saat gelaran pesta rakyat memperingati HUT Kotim ke-70 tahun, masih terdapat sampah berceceran selama acara berlangsung.

"Tidak ada tong sampah disini jadi saya buang saja. Hanya dikit saja masak dibawa pulang," kata Desi, salah satu pengunjung yang turut meramaikan Terowongan Nur Mentaya saat HUT Kotim ke-70.

--page

Hingga saat ini, Kecamatan Baamang bersama DLH setempat telah melakukan upaya semaksimal mungkin. Tetap melakukan sosialisasi dengan masyarakat dan pedagang untuk tetap menjaga kebersihan Terowongan Nur Mentaya. Usaha itu membuahkan hasil. Ikon baru tersebut tampak bersih meskipun masih ada sedikit ceceran sampah tertinggal. (DEWI PATMALASARI/Y)