BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri dan bermartabat perlu peran aktif seluruh komponen, tidak terkecuali masyarakat. Perlu ada gerakan khusus untuk memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat keluarga.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengajak, para tokoh seperti damang, Babinsa, Babinkamtibmas, kepala desa dan tokoh lainnya untuk menyosialisasikan gerakan menanam bersama kepada masyarakat.
"Inflasi mengajarkan kepada kita betapa pentingnya ketahanan pangan. Tidak hanya bagi daerah tapi juga bagi keluarga. Kita perlu mempersiapkan agar ke depan pangan dapat lebih kuat dan kokoh," katanya, Senin, 9 Januari 2023.
Pada tahun 2022 lalu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Anggaran itu sebagai upaya agar Kalimantan Tengah dapat mandiri pangan.
"Ada ancaman resesi yang harus kita antisipasi. Pangan ini sangat dibutuhkan dunia. Kita harus menyiapkan kuda-kuda untuk mandiri di bidang pangan," jelasnya.
--page
Dia mengatakan, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan segera melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rice miling unit (RMU), untuk memaksimalkan pengolahan gabah padi hasil food estate menjadi beras.
"Di bulan Februari 2023, pembangunan RMU sudah mulai berjalan. Jika sudah selesai, gabah padi dari Kalimantan Tengah tidak perlu lagi dijual dan diolah di Kalimantan Selatan. Sehingga kita tidak perlu takut kekurangan ataupun terjadi kenaikan harga beras yang terlalu tinggi," tutupnya. (NOPRI/Y)









