SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Camat Baamang Ady Candra kagum terhadap relawan yang tanggap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bahkan sebelum ada intruksi dari kecamatan, relawan telah membangun posko karhutla.

"Wah itu sangat luar biasa sekali. Terutama teman kita di wilayah Baamang Barat dan beberapa wilayah lainnya sebelum kita komando, 7 hari tidak hujan mereka langsung buka posko," ujarnya, Senin, 9 Januari 2023

Ia mendukung penuh kegiatan yang diadakan relawan. Salah satunya untuk relawan dari wilayah Baamang Hulu sebagai bentuk dukungan Kecamatan Baamang mengalokasikan anggaran melalui DPA yang bersumber dari dana alokasi umum kelurahan kurang lebih Rp 20juta untuk pengadaan dan perawatan peralatan.

Namun sampai saat ini biaya operasional tim relawan rata-rata bersumber dari dana pribadi. "Biaya operasional rata-rata dari kawan-kawan sendiri. Termasuk kita di lapangan kita belikan makanan itu pribadi, sebagai wujud perhatian kita terhadap wilayah kita," kata Ady.

Di wilayah Baamang Barat terdapat posko yang dibentuk oleh relawan Millenial Tanggap Bencana yang diketuai oleh Ady Wahyudi atau yang kerap disapa Yudi. Ia bersama tim relawan turut serta dalam apel siaga karhutla di halaman Kapolsek Baamang.

Yudi menyampaikan kendala yang dihadapi saat ini dalam penanganan karhutla seperti jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran, sulit mendapatkan BBM dan tebalnya gambut di wilayah Baamang yang membuat api sulit di padamkan. (DEWI PATMALASARI/R)