TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur, Ahmadi mengungkapkan, Kemeterian Agama RI dan Kerajaan Arab Saudi telah menyepakati tidak ada lagi pembatasan usia jemaah pada pelaksanaan Haji 2023.

Hal tersebut diungkapkan Ahmadi saat meninjau pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji asal Kecamatan Dusun Timur di Puskesmas Tamiang Layang, Selasa, 10 Januari 2023.

"Kesepakatan soal kuota ibadah haji 2023 telah ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah. Dalam kesepakatan itu, selain tidak ada lagi pembatasan usia, Indonesia juga mendapat kuota haji sebesar 221 ribu jemaah yang terdiri atas 203 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus," paparnya.

Dengan demikian berapa pun usia calon jemaah haji jika tiba gilirannya maka akan diberangkatkan. Keputusan ini berbeda dengan saat pandemi covid-19, saat itu pemerintah Arab Saudi membatasi usia jemaah haji maksimal 65 tahun.

Saat ini Kantor Kemenag Barito Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat mulai melakukan pemeriksaan kesehatan awal kepada calon jemaah haji di tiga lokasi atau puskesmas.

"Pertama di Puskesmas Pasar Panas yang dilaksanakan pada tanggal 4 Januari sebanyak 20 orang, kemudian dilanjutkan pada tanggal 8 dan 9 Januari di Puskesmas Ampah sebanyak 48 orang dan hari ini di Puskesmas Tamiang Layang sebanyak 59 orang, sehingga total ada 127 orang calon jemaah haji," papar Ahmadi didampingi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Barito Timur, Ahmad Janawi.

Menurutnya, dari jumlah itu tidak menutup kemungkinan nanti akan bertambah karena ada yang mengundurkan diri atau juga ada yang meninggal  sehingga calon jemaah haji yang memang porsinya untuk berangkat dapat menggantikan.

Selain pemeriksaan kesehatan awal pada tanggal 18 Januari Kantor Kemenag Barito Timur juga akan melakukan tes kebugaran bagi calon jemaah haji.

"Tes kebugaran ini untuk mendeteksi kemampuan calon jemaah haji dalam melakukan peribadatan nanti misalnya dengan memberikan pelatihan atau tes sampai dimana kemampuan berjalan, kemudian sampai dimana mereka bisa berlari dan lain sebagainya, karena ibadah haji ini merupakan ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik," jelasnya.

--page

Ahmadi berharap calon jemaah haji yang didiagnosa menderita penyakit tertentu pada pemeriksaan kesehatan awal ini agar secara teratur melakukan pengobatan dan menjaga pola hidup sehat.

"Selain berobat, makanannya juga harus diperhatikan sehingga kondisi fisik benar-benar prima saat menjalankan ibadah haji nanti," pesannya. (BOLE MALO/R)