BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid meminta kepada pemerintah pusat melalui PT PLN dan Kementerian ESDM supaya dapat menggencarkan pemerataan pembangunan jaringan listrik di Indonesia khususnya di wilayah Kalteng.
Rasyid mengungkapkan, wilayah Kalteng sampai sekarang ini masih banyak daerah terutama desa-desa yang belum teraliri jaringan listrik. Sehingga, pemerataan itu sangat diharapkan agar masyarakat di wilayah pelosok juga bisa menikmati keberadaan listrik dari pemerintah.
"Kita minta PT PLN dan Kementerian ESDM tidak hanya memperhatikan kebutuhan listrik di pulau Jawa saja tapi juga pulau Kalimantan Khususnya Kalteng. Karena disini masih banyak daerah pelosok yang belum teraliri listrik PLN," katanya, Selasa, 10 Januari 2023.
Rasyid mengakui, sangat sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Anggota DPR RI dari Komisi IV, Iwan Kurniawan pada saat RDP dengan Dirut PT PLN di Jakarta beberapa waktu lalu bahwa kebutuhan listrik di Indonesia khususnya pulau Kalimantan belum merata hingga saat ini.
Padahal pulau Kalimantan juga bagian dari NKRI yang harus diperhatikan, terlebih Kalimantan merupakan salah satu pulau penyuplai batu bara terbesar di Indonesia, namun ironisnya masih banyak desa-desa yang belum menikmati listrik sampai detik ini terutama yang berada di wilayah pelosok.
--page
"Yang saya heran itu pemerintah pusat melalui PT PLN hanya memberlakukan uji coba suplai litrik yang sebesar 350 megawatt hanya di pulau sumatera dan jawa saja. Padahal di pulau Kalimantan sendiri terutama Kalteng juga membutuhkan itu, sebab desa-desa disini banyak yang belum teraliri listrik," ucapnya.
Rasyid berharap, mengenai kebutuhan listrik ini pemerintah tidak hanya dapat memperhatikan pulau-pulau tertentu saja, namun seluruh pulau di Indonesia salah satunya Kalteng sebab Indonesia sendiri terdiri dari kepulauan yang tersebar dimana-mana di wilayah NKRI.
"Negeri ini tidak hanya terdiri dari 1 atau 2 pulau saja, tapi banyak pulau lainnya juga termasuk Kalimantan khususnya Kalteng. Jadi kita harap apa yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat mengenai listrik ini supaya dapat diperhatikan," imbuhnya. (DONNY D/J)









