PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Terbitnya surat pelimpahan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat nomor 1658/ORG/XII/2022 tanggal 29 Desember 2022 yang menunjuk Cristian Sancho untuk menjalankan roda organisasi KONI Kalteng disoal.

Persoalan tersebut diketahui setelah Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kalteng Marcos Tuwan mengundang sejumlah pengurus, untuk menggelar diskusi dan koordinasi di wisata Kum-Kum Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya, Selasa, 10 Januari 2023.

Hasil diskusi dan koordinasi tersebut disepakati untuk segera melayangkan surat kepada KONI Pusat meminta penegasan serta legalitas surat pelimpahan maupun jawaban surat pengukuhan hasil rapat pleno pada tanggal 29 Desember 2022 lalu.

"Saat kami menggelar Rapat Pleno di Kalteng ini, KONI Pusat tidak tahu. Karena KONI Pusat membuat surat pelimpahan itu sama tanggal 29 Desember 2022. Hasil Rapat Pleno itu kami kirimkan ke KONI Pusat tanggal 4 Januari 2023 dan hingga saat ini belum ada jawaban atau tanggapan," kata Marcos ditemui usai menggelar diskusi.

Marcos menyatakan, secara De Fakto ia (Marcos) merupakan sebagai Plt Ketua Umum KONI Kalteng. Namun lanjut Marcos, secara De Jure belum terpenuhi, karena belum ada penetapan dari KONI Pusat.

--page

"Menurut kami hingga saat ini, roda organisasi KONI Kalteng masih kosong. Makanya harusnya paska mundurnya pak Eddy itu, KONI Pusat tidak boleh ikut campur. Karena dalam peraturan organisasi itu sudah cukup jelas, begitu mundur harus Rapat Pleno. Itu perintah kitab suci dari KONI, tidak ada nota dinas," pungkasnya. (PARLIN TAMBUNAN/H)