Terjerat kasus pencabulan terhadap seorang remaja pria, tangis pedangdut Saipul Jamil (36 tahun) pecah. Usai tes urine di Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, mantan suami artis Dewi Persik itu banjir air mata saat dibawa kembali ke Markas Polsek Metro Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (19/2/2016) sore.


Berbagai pertanyaan dari wartawan tidak ditanggapi pemeran film Setan Budeg itu. Ketika berjalan, kepala penyuka sesama jenis alias homoseksual tersebut, ba-nyak menunduk.


“Doakan saya, doakan saya,” ujar Saipul saat menuju sel tahanan Polsek Metro Kelapa Gading. Juri ajang pencarian bakat D’Academy di televisi swasta Indosiaritu sempat memberikan salam kiss bay kepada wartawan yang memburunya.

Negatif narkoba


Kuasa hukumnya, Asiqin, mengatakan, hasil tes urine BNN terhadap Saipul negatif narkoba. “Tadi rambutnya juga diperiksa dan hasilnya negatif narkoba,” imbuh Asiqin, seperti dikutip Antara. Ini berarti, pelecehan seksual terhadap remaja pria berinisial DS (17) di rumah Saipul, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (17-18/2/2016), berlangsung dalam kondisi “sadar”.


Saipul menyesal dan stres menjadi tersangka tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. “’Setelah jadi tersangka dan harus ditahan (dalam kasus pelecehan seksual terhadap remaja pria), dia menyesal dan stres mikir kontrak pekerjaan,” kata Hendrayanto, kuasa hukum lainnya.


DS bertemu Saipul seba-nyak tiga kali sejak dua pekan lalu usai menonton syuting D’Academy. Sampai akhirnya Saipul mengajak ke rumahnya, lalu dimintanya memijit dan tidur bareng.


Selanjutnya, Saipul bertindak asusila terhadap DS yang kemudian melaporkan perbuatan kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) itu ke Polsek Metro Kelapa Gading. Polisi mengapresiasi korban yang cepat melapor dan segera menjemput Saipul.


Setelah menjalani peme-riksaan 1x24 jam, polisi menjerat Saipul dengan Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

‘’Kami sedang mendalami kasus ini untuk meng­ungkap kemungkinan ada korban lain,” kata Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kompol Ari Cahya . (B-1)