PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng juga sebagai Politisi Partai Nasdem, Henry turut menanggapi wacana KPU RI yang hendak mengubah sistem pemilihan legislatif (Pileg) dari proporsional terbuka menjadi tertutup.

Dia mengatakan mengenai setuju tidak setuju terkait pileg proporsional tertutup itu tergantung apa keputusan dari KPU RI nantinya. Apabila memang diputuskan seperti itu semua pihak harus menerima hal tersebut dengan bijak.

"Tidak bisa juga kita mengatakan setuju atau tidak. Kita ini hanya bisa menerima jika memang diputuskan seperti itu. Meskipun kita teriak-teriak mengatakan tidak tapi diputuskan tertutup, ya harus diterima," katanya, Kamis, 12 Januari 2023.

Namun terlepas dari itu menurutnya, akan ada untung rugi bagi calon legislatif (Caleg) yang akan maju jika pileg proporsional tertutup diterapkan. Sebab, apabila diterapkan demikian maka caleg berdasarkan penugasan dari partai politik yang akan duduk di kursi legislatif.

"Misal meskipun caleg itu memiliki dukungan banyak dari masyarakat, tapi kalau partai tidak menugaskan maka tidak akan duduk di kursi legislatif, yang duduk pastinya yang ditugaskan oleh partai karena ini berdasarkan penugasan," ujarnya.

Di sisi lain, dalam hal penugasan pastinya partai akan lebih mengutamakan petugas partai yang menjadi caleg untuk menempati nomor urut 1 dalam daftar caleg yang akan mengikuti pileg, dan yang baru mendaftar akan berada dinomor urut bawah meski banyak mendapat dukungan dari masyarakat.

"Pastinya petugas partai akan diutamakan karena memang mereka yang berjuang membesarkan partai, yang baru akan tersingkir meski banyak mendapat dukungan. Nah disinilah nantinya bagi yang baru ini akan mencari partai kecil untuk dapat mengisi nomor urut 1 dalam daftar caleg," jelasnya.

--page

Berdasarkan informasi pileg proporsional tertutup apabila disetujui akan diterapkan pada Pemilu 2024. Artinya tidak ada lagi pencoblosan berdasarkan perseorangan namun partai dan caleg pun berdasarkan penugasan dari partai.

"Yang pasti apapun keputusan itu nantinya kita tetap harus menghormatinya, meskipun ada yang setuju atau tidak. Harapan kita juga pemilu 2024 dapat berjalan lancar, aman dan sukses," tukasnya. (DONNY D/R)