Padam listrik total yang terjadi pada Jumat (19/2) siang akibat oleh gangguan di jaringan tegangan menengah (JTM) interkoneksi PLN di Jalan Pasanah Pangkalan Bun, berdampak serius pada kelistrikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Padam listrik total atau blackout itu memicu terjadinya gangguan operasi produksi di Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM) PT Korintiga Hutani (KTH). Tak beroperasinya PT KTH ini mengakibatkan defisit daya listrik di Kobar bertambah parah.
Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun, Purwanto menguraikan, tak adanya pasokan listrik dari PT KTH membuat defisit daya listrik di Kobar semakin besar. Dari sebelumnya sekitar 6,5 megawatt (MW), kini menjadi sekitar 9,5 MW.
Daya mampu yang bisa dihasilkan sejumlah pembangkit penyuplai daya PLN saat ini hanya sekitar 20,5 MW. Sedangkan beban listrik di Kobar mencapai sekitar 30 MW.
"Hal ini sangat berpengaruh pada suplai daya kepada pelangan. Sehingga akan menambah jumlah dan lamanya pemadaman bergilir ke pelanggan. Sehingga jadwal pemadaman juga berubah, sejak Jumat malam, pukul 00.00 WIB," terang Purwanto, Sabtu (20/2).
Purwanto melanjutkan, atas bertambahnya defisit daya ini, pihaknya berharap operasi produksi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai bisa segera normal sesuai target. Dari informasi yang diterima, perbaikan kerusakan komponen mesin pembangkit di PLTU Kumai diperkirakan akan segera selesai dan beroperasi normal, dengan dua unit turbin pembangkit, pada Minggu (21/2).
"Kami berharap para pelanggan bisa bersabar. Sambil menunggu usulan tambah daya sebesar 5 MW, terealisasi. Diperkirakan April sudah COD (cash on delivery), atau dimulai pekerjaannya. Dengan komposisi, menambah kapasitas daya mampu kontrak mesin sewa PT DKK Pembuang 3 MW yang COD awal April 2016, menjadi 6 MW. Tambahan 3 MW itu berlokasi di PLTD Kumai,” ujar Purwanto.
Kemudian, menambah kapasitas daya mampu kontrak mesin sewa PT UPM 2,5 MW Parenggean menjadi 5 MW, juga dimulai April. Tambahan 2,5 MW ini berlokasi di PLTD Kumai. Tambah daya itu akan dibahas dalam rapat yang digelar bersama pihak PT DKK dan PT UPM, di PLTD Kumai, Senin (22/2). (RADEN ARYO W/m)


