Kondisi kelistrikan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), benar-benar alami krisis. Daya mampu yang bisa dihasilkan sejumlah pembangkit pemasok listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun, menyusut hingga memperparah defisit daya di Kobar.
Tak hanya Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa (PLTBM) PT Korintiga Hutani (KTH) saja yang alami kendala gangguan operasi produksi listrik. Namun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai, dilaporkan juga mengalami gangguan. Sehingga tak dapat memasok listrik ke PLN.
Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto menuturkan, kemampuan daya listrik di Kobar semakin berkurang. Hal tersebut dilatari oleh tak dapat dioperasikannya kedua unit turbin pembangkit listrik di PLTU Kumai.
Persoalan di PLTU milik PT EEI ini menambah parah defisit daya di Kobar. Karena, hingga Sabtu malam, kendala operasi atau gangguan produksi daya yang terjadi di PLTBM PT KTH, juga belum teratasi.
"Laporan mengenai tidak beroperasinya dua turbin PLTU Kumai itu, diterima PLN sekitar pukul 18.00 WIB. Dari informasi yang masuk, turbin unit 2 di PLTU, chain gridnya macet lagi. Sedangkan turbin unit 1 sedang dalam pemeliharaan. Pemeliharaan unit 1 itu sudah sejak 12 Februari 2016, rencananya sampai dengan besok (21/2). Semoga tidak molor dan bisa sesuai jadwal," terang Purwanto, Sabtu (20/2).
Purwanto menjelaskan, tidak adanya pasokan daya dari PLTU PT EEI dan PLTBM PT KTH ini membuat defisit daya di Kobar bertambah parah. Pasalnya, daya listrik yang masuk ke jaringan PLN, dari sejumlah pembangkit listrik sewa PLN, hanya sebesar 16 megawatt (MW) saja. Sedangkan beban listrik di Kobar mencapai sekitar 30 MW. Pada Sabtu malam, defisit daya listrik di Kobar, mencapai 14 megawatt (MW).
"Sehingga kita defisit 14 MW. Atas persoalan tersebut, pemadaman listrik secara bergilir diperkirakan akan lebih banyak dan semakin pendek terjadi. Sudah saya sampaikan (ke PLN wilayah). Bahwa sejak PLTU gangguan, kondisi listrik sudah defisit. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini."
Seperti diberitakan sebelumnya. Padam listrik total yang terjadi pada Jumat (19/2) siang kemarin. Yang diakibatkan oleh adanya gangguan di jaringan tegangan menengah (JTM) interkoneksi PLN, di Jalan Pasanah Pangkalan Bun. Telah memicu terjadinya gangguan operasi produksi di PLTBM PT KTH dan membuat defisit daya listrik di Kobar bertambah besar. Dari yang sebelumnya defisit sebesar 6,5 MW, pada Sabtu siang, menjadi 9,5 MW. Ditambah persoalan di PLTU Kumai, defisit listrik kian parah, menjadi 14 MW. (RADEN ARYO/m)


