Warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Meniti Fajar, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mulai melakukan panen raya periode pertama 2016.


Sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen padi petani Das Arut, mereka mengadakan syukuran di areal persawahan seluas 40 hektar. Sabtu, (20/2/2016).


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak), Kabupaten Kobar, Rosehan Pribadi beserta staf dan jajarannya, Komisi B DPRD Kabupaten Kobar, Mustafa Basir, Ketua KTNA Syahrian serta Lurah Raja Seberang, Noor Aini, tampak menghadiri acara syukuran panen raya tersebut.


Ketua Poktan Meniti Fajar, Sarwani mengatakan acara syukuran ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Pasalnya, di Kelurahan Raja Seberang, baru kali pertama panen padi dengan luasan puluhan hektar berhasil dilakukan dengan sukses. Ia menjelaskan, padi jenis Ciherang dan Tampui di tanam di atas areal lahan pertanian seluas 40 hektar.


Menurut Sarwani, pembangunan pertanian dan target peningkatan produksi pangan dapat berjalan selaras. Hal itu dapat terwujud apabila terjalin sinergitas positif antara stake holder dalam upaya peningkatan produksi pertanian.


"Ini salah satu bentuk sinergitas yang terjalin dengan baik, sehingga untuk pertama kalinya petani Das Arut dapat panen raya padi," kata dia di areal persawahan Meniti Fajar, Sabtu (20/2/2016).


Sekretaris Komisi B, DPRD Kobar Mustafa Basir berharap melalui APBD 2016 dapat menjadi titik awal peningkatan sektor pertanian. Hal ini dapat dilakukan melalui pemberdayaan warga Das Arut untuk meningkatkan sektor pangan agar tidak tertinggal jauh dengan warga yang tinggal di daerah perekonomian baru.


Dukungan yang sama juga dilontarkan oleh Kadistanak Kobar Rosehan Pribadi, rencananya Distanak akan mendorong pertanian di Das Arut, khususnya Poktan Meniti Fajar dengan memberikan bantuan benih padi unggul pada masa tanam baru ini.


"kawasan pertanian Meniti Fajar akan kita proyeksikan sebagai kawasan cetak sawah baru pada 2017 nanti, seusai panen ini kita akan tanam kembali padi di atas lahan ini seluas 100 hektar," kata dia. 


Ia juga mendukung sistem kawasan pertanian campuran, yakni pertanian, peternakan dan perikanan. Tiga aspek tersebut yang saat ini mulai  dikembangkan di kawasan pertanian  Meniti Fajar. (KOKO SULISTYO/m)