Para peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang mengikuti simulasi, menghadapi kendala sistem online. Masalah terjadi ketika hendak terhubung ke server pusat.
“Pada saat koneksi online-nya down, maka permintaan dari server kita di sekolah tidak bisa terkonek dan perlu menunggu dulu sampai on kembali,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah di Dinas Pendidikan Kotim, Ahmad Syaifudi Minggu (21/2/2016).
Meski demikian menurut Syaifudi, kendala tersebut masih bisa teratasi. Ia berharap pada saat hari H pelaksanaan UN, kendala itu tidak muncul sehingga tidak sampai menyita waktu tes para peserta.
Selama pelaksanaan simulasi UNBK pada 15-25 Februari, kata Syaifudi, semua peserta tampak bersemangat mengikutinya. Belum lagi dukungan dari PLN Sampit, yang tidak melakukan pemadaman listrik saat simulasi berlangsung.
“Sementara untuk jumlah perangkatnya baik itu PC maupun laptop sudah siap semua, jadi kita tinggal menunggu pelaksanaannya saja,” ujarnya.
Seperti diketahui, pada tahun ini ada tujuh sekolah yang akan menerapkan UNBK online, yakni SMAN 1 Sampit, SMAN 2 Sampit, SMKN 1 Sampit, SMKN 2 Sampit, SMKN 1 Kota Besi dan SMKN 1 Cempaga.
Selain itu, untuk melihat kesiapan para peserta dalam menghadapi UN tingkat SMA/SMK di Kotim, Disdik setempat menjadwalkan akan menggelar try out pada 22-24 Februari.
Tryout ini akan diikuti sebanyak 1.528 peserta UNBK yang terdiri dari pelajar SMA sebanyak 794 pelajar dan SMK sebanyak 734 pelajar. Kemudian pelajar dari UN Paper Based Test (UNPBT) sebanyak 2.463 peserta yang terdiri dari pelajar SMA sebanyak 1.547 pelajar dan SMK sebanyak 916 pelajar. (RAFIUDIN/m)


