BORNEONEWS, Teheran - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan "rezim Zionis apartheid" menyisakan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2022, dengan menewaskan 224 orang di Palestina dan mengubah tahun tersebut menjadi tahun paling berdarah bagi rakyat Palestina.
Lewat cuitan di Twitter pada Kamis 12 Januari 2023, Nasser Kanaani mengatakan bahwa tiga warga Palestina ditembak mati pasukan Zionis pendudukan dalam sehari terakhir. Angka itu menambah jumlah martir Palestina yang tewas menjadi 7 orang, termasuk 3 anak, dalam waktu kurang dari dua pekan pertama 2023.
Dengan adanya rekor tersebut (224 martir) sepanjang 2022, rezim Zionis menjadikan tahun 2022 tahun paling berdarah bagi pria, perempuan dan anak-anak Palestina yang meninggal maupun yang terluka, kata jubir Iran.
Merujuk pada kekhawatiran yang meningkat mengenai kemungkinan kejahatan terorganisir rezim Zionis yang semakin brutal, ia mengatakan bahwa tidak ada harapan yang dapat disematkan pada apa yang disebut pembela HAM di Eropa dan Amerika Serikat.
Kanaani berpendapat bahwa membantu rakyat Palestina yang tertindas adalah tugas manusiawi dan tindakan itu sebenarnya membantu keamanan dan perdamaian dunia.
Sumber: IRNA-OANA/ANTARA
Rezim Zionis Jadikan 2022 Tahun Paling Berdarah Bagi Rakyat Palestina
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
FAO: Sedikitnya 1,2 Juta Warga Palestina Alami Krisis Pangan Akut
Utusan Palestina Ungkap Imam Besar Tak Dapat Shalat di Masjid Al-Aqsa
Palestina Nyatakan Belasungkawa Kepada RI atas Gempa di NTT
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







