Tugu Kota yang berdiri kokoh di tengah perlintasan Jalan Pemuda dan Trans Kalimantan menyimpan filosofi budaya Dayak. Selain itu memiliki keindahan tersendiri sehingga semakin mempercatik Kota Kuala Kapuas.
Jelang peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-210 dan Hari Ulang Tahun ke-65 Pemerintah Kabupaten Kapuas pada 21 Maret 2016, tugu kota ini semakin ramai dikunjungi.
Dalam dua minggu terakhir Sanggar Tari Tingang Menteng Pahunjung Tarung menjadikannya sebagai lokasi pementasan sekaligus ujicoba tari Manasai yang akan ditampilkan pada saat penciptaan rekor prestasi baru Menari Manasai dan Nusantara Masal 5.000 Anggota Pramuka.
"Kemegahan dan keindahan tugu kota dapat kita nikmati secara langsung melalui ukuran dan bentuknya yang besar dan tinggi menjulang ke angkasa. Batang tugu sebagai elemen utama berbentuk bundar berwarna kuning emas. Dalam kegelapan malam pun kita masih dapat menikmati keindahannya, apalagi tata cahaya yang digunakan sebagai penerang dan hiasan tugu” kata Kabag Humas Suwarno Muriyat dalam siaran persnya, Minggu (21/2).
Ia melanjutkan, kegiatan ini menarik perhatian masyarakat yang sedang joging atau melewati area tugu kota. Bahkan ada di antaranya memarkirkan mobilnya pada area perkir untuk menyaksikan dan mengabadikan kegiatan ini.
Tidak hanya itu, terlihat pula sejumlah pengunjung mengabadikan dirinya dengan foto berlatar belakang rumah betang berikut ornamen sandung. Pada bagian utara terdapat ornamen perahu beserta tulisan ‘Kuala Kapuas Kota Air.
"Selain batang tugu berwarna kuning pada bagian bawah dari tugu juga mempunyai tajmpilan unik. Pada bagian ini ada semacam papan yang ukurannya cukup besar yang dipasang secara menyamping dan berbentuk jajaran genjang sehingga terlihat seperti sayap. Ukurannya pun semakin keatas papan itu lebih kecil,"ungkapnya.
Penempatan papan bermotif khas suku Dayak ini searah dengan empat mata angin (utara, selatan, barat dan timur) dan pada masing-masing sayap terdiri atas tiga papan atau sayap dengan ukuran yang lebih kecil. Adapun media yang digunakan untuk memasang media ini adalah logam besi. Keindahan desain dan paduan warna emas, hitam, merah dan hijau yang membalut tugu kebanggaan masyarakat Kabupaten Kapuas yang dijuluki sebagai Tugu Batang Garing.
"Tugu Kota atau Tugu Batang Garing yang penuh makna dan filosofi hidup suku Dayak terimplementasi dari berbagai bangunan yang menggambarkan kehidupan, mata pencaharian maupun perilaku hidup suku. Bahkan tugu ini semakin terlihat kesempurnaannya pada bagian teratas terpampang ornamen empat ekor burung Tingang simbol sifat kemahakuasaan dan keperkasaan alam atas” ujarnya. (DJEMMY NAPOLEON/m)


