Jelang penerimaan tenaga kontrak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beredar pesan pendek (SMS) yang mencatut nama pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotim. Isinya, meminta para guru honor untuk menyerahkan bioadata dan berkas lengkap ke BKD.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Kotim Alang Ariyanto, SMS yang mengatasnamakan pegawai BKD itu telah beredar luas dan meresahkan para pegawai honorer. Bunyi SMS itu,”Kepada yang terhormat bapak/ibu kepala sekolah, guru honor yang masa kerja 4 tahun ke atas. Tolong di smskan nama lengkap, masa kerja, unit kerja dan nomor handphone masing-masing. Kami dari Kantor BKD Kotim.”
Alang mengaku tidak ada satu pun pegawainya yang mengirimkan SMS itu. “Ini kan (urusan ) pemerintahan, kalau ada informasi seperti itu pasti kami informasikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada kepala dinas, nanti dinas yang akan melanjutkan ke UPT (Unit Pelaksana Teknis) maupun ke pihak sekolah,” kata Alang saat dihubungi <Borneonews>, Minggu (21/2/2016).
Ia melanjutkan peristiwa seperti ini harus menjadi peringatan bagi masyarakat. Terutama bagi para pegawai yang berstatus honorer agar tidak tertipu dengan iming-iming bisa diangkat menjadi guru kontrak atau PNS.
“Akhir-akhir ini, ada oknum yang tidak bertanggungjawab menyebarkan SMS yang mengatasnamakan BKD. Saya tegaskan SMS yang beredar itu bukan dari kami,” tegas dia.
Alang mengimbau apabila masyarakat mendapatkan SMS atau informasi soal pegawai kontrak, sebaiknya segera menghubungi Kantor BKD Kotim. Sehingga bisa mendapatkan informasi yang jelas dan valid.
“Apalagi kalau sampai meminta sejumlah uang, lebih baik dicek dulu langsung ke BKD,” saran dia.
Meski begitu, Alang mengaku hingga saat ini belum ada laporan yang masuk ke pihaknya terkait soal penipuan itu. Informasi yang beredar hanya sebatas dari SMS tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun <Borneonews>, sekitar bulan Maret mendatang, Pemkab Kotim akan membuka pendaftaran tenaga kontrak guru, kesehatan dan beberapa instansi lainnya.
Namun, untuk kepastian berapa formasi yang akan disediakan, hingga saat ini belum ada informasi yang lebih detail.
(FI/B-8)


