BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian, masyarakat Desa Malawaken di Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara meminta dibangunkan pabrik karet.
Anggota DPRD Kalteng, Purman Jaya mengungkapkan permintaan masyarakat Desa Malawaken itu disampaikan kepada pihaknya pada saat melaksanan reses di wilayah Kabupaten Barito Utara beberapa waktu lalu.
"Saat ini harga karet di wilayah itu anjlok yakni sekitar Rp 6000 per kilogram, ini yg menjadi keluhan masyarakat sehingga mengaharapkan dibangun pabrik karet," katanya, Minggu, 15 Januari 2023.
Ia menerangkan, apabila ada pabrik karet di daerah itu maka dari segi harga pastinya akan stabil, sehingga bisa menopang perekonomian masyarakat setempat yang tentunya akan berdampak terhadap kesejahteraan.
"Harga karet Rp 6000 sedangkan beras paling murah Rp 15.000 per kilogram, jadi harga satu kilo karet tidak bisa untuk membeli beras. Wajar jika masyarakat mengeluh dengan keadaan itu," tuturnya.
--page
Diungkapkannya juga bahwa, mayoritas masyarajat di Desa Malawaken itu merupakan petani karet, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bergantung dengan hasil kebun karet.
Oleh karena itu harus ada solusi dari pemerintah salah satunya dengan mendirikan industri atau pabrik untuk dapat menstabilkan harga karet supaya kehidupan masyarakat disana bisa lebih baik dan sejahtera.
"Saya rasa usulan ini bisa dipikirkan pemda terutama pemprov. Untuk membangunnya tentu bisa dengan kerja sama baik pemerintah pusat maupun pihak swasta. Pastinya tidak hanya masyarakat yang diuntungkan tapi juga daerah," tukasnya. (DONNY D/Y)









