PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Legislator Kalteng, Tomy Irawan berharap dampak resesi ekonomi yang diisukan akan terjadi pada tahun 2023 ini tidak memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kalteng.

Dia mengatakan, apabila memang resesi ini terjadi pastinya Kalteng akan mampu bertahan menghadapinya mengingat sumber daya alam (SDA) di provinsi ini cukup melimpah, sehingga semua pihak tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.

"Kemungkinan yang sangat merasakan berpengaruhnya itu sejumlah daerah di pulau Jawa, kalau Kalteng saya rasa pengaruhnya tidak terlalu besar sebab, potensi SDA kita cukup melimpah," ujarnya, Minggu, 15 Januari 2023.

Namun demikian, dalam menyikapi hal tersebut perlu juga ada upaya antisipasi dari pemerintah daerah di Kalteng ini. Sekecil apapun upaya antisipasi dilakukan yang pasti harus bisa membuat daerah dan masyarakat tidak terlalu merasakan dampak akibat resesi ekonomi itu.

Di sisi lain, adanya resesi dikhawatirkan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran, ada baiknya tidak perlu disikapi secara berlebihan, sebab resesi kemungkinan tidak memberikan pengaruh besar terhadap sektor ketenagakerjaan khususnya di Kalteng.

--page


Semua pihak harus dapat bekerja dama dalam upaya mengantisipasi isu tersebut, sehingga Kalteng dapat melewatinya dengan baik. Terlebih lagi hal ini hanyalah sekedar isu dan belum ada yang bisa memastikan apakah itu benar-benar terjadi di tahun 2023 ini.

"Namun tetap harus ada upaya meski tidak ada yang memastikan apakah benar terjadi kedepan. Sejak dini segala sesuatu harus disiapkan baik anggaran ataupun program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harapan kita semoga saja tidak terjadi dan berpengaruh terhadap daetah ini," imbuhnya. (DONNY D/Y)