PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Faya - Ketua Komisi II DRPD Kalteng Achmad Rasyid menyebut gejolak perekonomian masih menjadi persoalan yang patut diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah.

Supaya dapat mengendalikan gejolak ekonomi dimasa yang akan datang, pemerintah daerah diharapan untuk dapat fokus dalam mengembangkan program ekonomi kerakyatan.

"Artinya, pemerintah agar fokus untuk lebih meningkatkan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, sedangkan program lainnya itu bisa dikurangi," ucapnya, Minggu, 15 Januari 2023.

"Bila pencanangan program berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik, dampak dari gejolak perekonomian juga pastinya dapat diantisipasi dengan maksimal," tambahnya.

Tidak lupa ia mengingatkan kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk tidak berlebihan menanggapi isu resesi ekonomi global yang diproyeksikan akan berdampak parah terhadap perekonomian nasional maupun daerah.

--page

"Secara kultur ekonomi kerakyatan ini sangat cocok dengan tata cara perekonomian kita. Tentunya hal ini harus dijawab dengan baik oleh pemerintah dengan berbagai program," tuturnya.

Dirinya berharap, isu resesi yang diprediksi terjadi ditahun 2023 ini tidak disikapi secara berlebihan, tapi bisa menjadi pemicu bagi semua pihak untuk meningkatkan produktivitas, sehingga resesi bisa tertangani dengan baik.

Sementara pengamat ekonomi Fitria Husnatarina mengatakan, sejauh ini ekonomi kerakyatan selalu terbukti dapat menjadi penahan ketika terjadi krisis. Hal itu membuat perekonomian nasional maupun daerah tidak jatuh secara drastis.

Akan tetapi intervensi pemerintah diperlukan, terutama dalam rangka menyeimbangkan daya beli masyarakat agar mekanisme pasar yakni ketersediaan barang dan penawaran konsumen bisa berjalan dengan baik. Sehingga transaksi jual beli tetap terjadi dan roda perekonomian bisa terus berjalan.

"Intervensi pemerintah itu penting, terutama dalam menekan harga bahan pokok dipasaran tetap dalam batas wajar. Tetap lakukan pemantauan agar tidak ada permainan harga di pasar, sehingga daya beli masyarakat tetap mampu menjangkau harga tersebut," tukasnya. (DONNY D/H)