DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur (Bartim) mengimbau pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya Gerakan Fajar Nusantara (Gaftar) di wilayah tersebut.
Karena, tantas anggota DPRD Bartim Mardiantho, di kabupaten tetangga, seperti di Barito Selatan (Barsel) dan Barito Utara, ada ditemukan bekas anggota organisasi terlarang tersebut.
“Kalau seandainya kabupaten tetangga sudah masuk organisasi itu tidak menutup kemungkinan di Bartim juga bisa masuk Gafatar,” ingat Mardiantho, belum lama tadi.
Gafatar merupakan organisasi yang tersebar secara nasional. Dan perkumpulan tersebut sudah masuk ke sejumlah wilayah di Kalteng. Untuk itu perlunya pemerintah daerah mengantisipasi dari pemerintah daerah.
Menurut dia, isu di masyarakat dan beberapa media massa organisasi Gafatar merupakan organisasi keagamaan yang sesat. “Lantaran hal itu di Barsel organisasi ini mendapat penolakan dari warga di sana karena dianggap sesat,” tandas Mardiantho.
Sementara itu , menurut Tri Budi WW (54 tahun) Warga Jl Temenggoeng Djaja Karti Tamiang Layang, mengaku cemas mendengar isu kemungkinan adanya Gafatar di Bartim. Ia takut anggota keluarganya terlibat bahkan bergabung dengan organisasi itu.
Ia menilai organisasi Gafatar merupakan organisasi yang meresahkan, karena memunculkan ketakutan di masyarakat.
“ Saya cemas lantaran takut karena tidak menutup kemungkinan anggota keluarga bisa terlibat, terpengaruh bahkan bergabung dengan organisasi terlarang ini apabila dibiarkan berkembang tanpa adanya antisipasi dari pemerintah,”cemasnya.
Ia minta pemerintah menggencarkan sosialisasi dan penyuluhan sebagai antisipasi kemungkinan organisasi itu masuk kabupaten Barito Timur.
(AI/B-5)


