NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tahun 2023 merupakan tahun politik yang kemungkinan terjadinya politisasi agama atau politik identitas sebagai upaya efek elektoral, sehingga dapat mengganggu sekaligus berdampak kepada ketidakrukunan maupun hubungan masyarakat.

“Mari bersama antisipasi dan mitigasi politik identitas di tengah masyarakat menjelang pemilu, agar kerukunan umat tidak ternodai,” ajak Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, saat menghadiri salah satu acara di Nanga Bulik, Senin, 16 Januari 2023.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba itu, kerukunan sangat fluktuatif dan dinamis. Kerukunan sering diuji, lebih-lebih menjelang pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah.

“Kerukunan adalah prasyarat pembangunan. Karena pembangunan membutuhkan stabilitas. Hal itu hanya dapat terwujud bila antar masyarakat rukun dan damai,” ujar Hendra.

Bupati berharap, semua pihak secara bersama-sama membina dan membangun suasana rukun dan damai agar perjalanan dan tahapan pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya.

Untuk itu, Hendra mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lamandau selalu menggelorakan semangat untuk merawat kerukunan umat. Sehingga tercipta situasi aman dan kondusif.

“Tentunya dengan tidak menjadi partisan apalagi ikut melakukan provokasi di tengah keragaman pilihan,” sebutnya.

Seluruh masyarakat di Kabupaten Lamandau diharapkan terus merawat kerukunan dan toleransi. Bagi para tokoh, ia juga berharap agar selalu menjadi simpul kerukunan dan persaudaraan. Bukan sebaliknya menjadi provokator dan biang perpecahan di tengah masyarakat. (HENDI NURFALAH/H)