BORNEONEWS, Palangka Raya - Budidaya cabai tidak hanya dilakukan pada lahan yang luas tapi juga dapat dibudidayakan di dalam yang lahan pekarangannya sempit.
Eko Andik Pribadi bisa dibilang sukses dalam memanfaatkan pekarangan kosong di samping rumahnya menjadi lahan cabai. Bahkan, cabai yang ditanam oleh pria yang berprofesi sebagai advokat ini dipanen setiap minggu dan menghasilkan pundi-pundi rupiah hingga Jutaan.
Borneonews berkesempatan melihat langsung panen cabai mingguan Andik. Perjalanan ke rumah pria satu anak ini menempuh waktu kurang lebih 20 menit dari kota Palangka Raya dan tepat berada di Jalan Mahir Mahar, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau.
Saat sampai di depan rumah terlihat pekarangan dengan hamparan hijau tanaman cabai warna merah siap panen. Andik sedang memanen buah cabai dengan menenteng ember hijau yang hampir penuh.
"Sekarang sedang panen. Saya panen setiap pekan dan rata-rata menghasilkan 20 sampai 25 Kilogram Cabai," kata Andik sembari tersenyum saat memanen, Senin, 16 Januari 2023.
--page
Tidak butuh waktu yang lama, 300 batang pohon cabai tersebut selesai dipanen dan siap dijual ke pasaran. Cabai tersebut dijual Andik kepada pembeli cabai dari wilayah kota Palangka Raya dengan harga Rp 70 ribu per Kilogramnya.
"Cabai naik ternyata minggu ini, pekan kemarin hanya Rp 50 ribu per kilonya," ujar andik saat dibincangi.
Kepada penulis Andik menceritakan Hobi bercocok tanam yang ia lakukan dari sejak kecil, saat dirinya tinggal di pulau Jawa. Sehingga, memberikan inpirasi bagi Andik untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya yang kosong kala itu.
"Orangtua adalah petani dan dari kecil memang sudah bertani, setiap hari sabtu dan minggu turun ke ladang membantu orangtua," Beber Andik mengenang masa kecilnya.
Ia memilih menggeluti penanaman cabai karena tergolong menjadi minat di masyarakat. Selain itu, pemanfaatan pekarangan rumah yang kosong menjadi alternatif utama bagi andik karena belum memiliki lahan yang luas. Pekarangan rumah yang kosong Juga memberikan kemudahan dalam segi pemeliharaan.
--page
Profesi sebagai seorang advokat harus membuat Andik harus pintar -pintar membagi waktu. "Jadi pagi sebelum berangkat sidang, saya siram tanaman cabai," Paparnya.
Pemilihan tanaman cabai sendiri oleh Andik karena relatif lebih mudah, dengan modal yang terjangkau dan harga jual yang cukup tinggi. "Kemungkinan mencoba menanam cabe besar ke depannya," harapnya.
Menurut Andik, dari semai hingga panen membutuhkan waktu sekitar 4 bulan. Aktivitas tersebut Ia geluti mulai dari tahun 2021. Cabai yang ditanaminya dalam polybag terlihat tumbuh subur dan menghasilkan cabai dengan kualitas segar untuk dikonsumsi.
Ia mengharapkan agar apa yang dilakukannya tersebut dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi kalangan masyarakat yang ingin berkebun namun tidak memiliki lahan yang luas.
"Yang penting disiplin dalam pemupukan dan penyemprotan. Setelah dilakukan panen biasanya saya lakukan penyemprotan agar memberikan nutrisi ke tanamannya," pungkas Andik. (APRIANDO/H)









