BILA Anda berkunjung ke tem­­pat-tempat wisata buda­ya Suku Dayak di Provinsi Ka­limantan Tengah, biasanya akan menemukan bangunan berbentuk menyerupai ru­mah mini dengan cat dominan berwarna kuning.


Di da­lam bangunan itu tidak jarang terdapat se­sajen.


Lalu, di sekelilingnya terda­pat sejumlah bendera atau kain yang mayoritas juga ber­war­­na kuning.


Seperti yang terlihat di Ta­man Wisata Bukit Batu di Ka­bupaten Katingan atau di Ta­man Wisata Bukit Tangki­ling di Kota Palangka Raya, dan ma­sih banyak lagi.


Penasaran dengan bangunan kecil itu, Borneonews kemudian menggali informasi kesejumlah to­koh masyarakat. Dari ke­terangan yang diperoleh, ba­ngunan menyerupai rumah tra­disional mini itu bernama Pa­sah Patahu.


Bangunan itu sengaja dibuat un­tuk menjadi tempat tinggal pa­­ra roh halus. Karenanya ti­dak mengherankan bila di da­lamnya terdapat sesajen. Se­sajen sendiri dimaksudkan un­tuk memberi makan para roh halus tersebut.


Roh-roh halus itu sengaja di­buatkan tempat khusus agar tu­rut menjaga kampung atau wi­layah sekitarnya dari segala ba­haya yang mengancam, baik bahaya dari luar maupun dari dalam.


Tidak jarang Pasah Patahu ju­ga dimanfaatkan masyarakat Su­ku Dayak untuk memanjatkan doa atau berhajat. Karena­nya, masyarakat Suku Dayak akan menjaga dengan baik ke­be­radaan Pasah Patahu. (B-3)