BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kepala SMPN 6 Kuala Kurun Brata menyambut baik adanya larangan penggunaan lato-lato di sekolah yang dikeluarkan oleh pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Mas.
"Kami menyambut baik larangan yang dikeluarkan oleh Disdikpora Gunung Mas terkait penggunaan lato-lato di sekolah karena suara lato-lato yang keras dan bising bisa mengganggu proses pembelajaran," ujar Brata, Selasa, 17 Januari 2023.
Jika lato-lato dibawa ke sekolah, tidak jarang membuat peserta didik kurang konsentrasi dalam belajar lantaran buru-buru ingin segera istirahat memainkan lato-lato tersebut.
Brata mengatakan peran orangtua juga penting untuk mengingatkan anak-anak mereka agar tidak membawa lato-lato ke sekolah sehingga peserta didik bisa lebih fokus dan konsentrasi dalam belajar.
Sebelumnya Disdikpora Gunung Mas telah mengeluarkan surat edaran yang berisi larangan penggunaan lato-lato di satuan pendidikan.
--page
"Hal tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi pembelajaran yang aman dan nyaman serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, memainkan lato-lato di sekolah dianggap menganggu proses belajar mengajar," ujar Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Gunung Mas Aprianto. (RISKA YULYANA/R)









