PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK menyerang ternak di Indonesia, kini penyakit lainnya kembali menyerang yakni LSD. Akibatnya, pasokan ternak kembali dibatasi, seperti pada masa penyebaran PMK tahun 2022 lalu.

"Untuk lalu lintas ternak, khususnya sapi, kerbau, dan kambing itu dari daerah yang sudah terkena LSD itu ada ketentuan baru yaitu harus dilakukan vaksinasi LSD di daerah asal," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan atau UPTD RPH, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno kepada Borneonews pada Rabu, 18 Januari 2022.

Drh Ganjar Priyatno menjelaskan bahwa LSD merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus sehingga untuk mencegah penyebarannya perlu dilakukan vaksinasi LSD kepada hewan ternak.

"Selain dilakukan vaksinasi di daerah awal sebelum dilakukan pengiriman, juga diwajibkan untuk dilakukannya pemantauan di bawah pengawasan dokter hewan berwenang setempat selama 28 hari," jelas drh Ganjar.

Menurut drh Ganjar, pasokan sapi tidak pernah masuk ke Kota Cantik sejak sebelum Natal tahun 2022 lalu.

--page

"Dari akhir tahun sebelum natal kita sudah tidak dapat pasokan," katanya.
Alasan keterlambatan pasokan ini menurut drh Ganjar, lantaran gelombang tinggi yang terjadi saat ini.

"Sapi terlambat datang ke Palangka karena gelombang tinggi, ditambah adanya virus LSD ini semakin membuat pasokan ke Palangka Raya terhambat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)