Ribuan eks Gafatar di Kalimantan Tengah batal dipulangkan. Keputusan final tersebut setelah hasil dari rapat di Jakarta bersama pemerintah pusat pada Jumat (19/2/2016), dilanjutkan dalam rapat tertutup antara Pemerintah Kalteng bersama bupati/walikota se Kalteng di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (22/2/2016).


“Keputusan pemerintah pusat adalah tidak memulangkan eks Gafatar, namun harus dilakukan pembinaan,” kata Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo usai rapat tertutup.


Untuk diketahui, sudah ada beberapa eks Gafatar yang memulangkan diri. Aset-aset mereka juga telah didata pemerintah daerah beberapa waktu lalu. Bahkan sebagian di antara aset mereka sudah ada yang dijual lantaran ada desas-desus harus pulang ke daerah asal.


Namun, Hadi menegaskan tidak ada laporan terkait masalah itu. “Saya sudah bertanya dengan bupati/walikota se Kalteng. Tidak ada masalah. Malah lega karena sudah ada keputusan,” ungkapnya.


Menurutnya, beberapa eks Gafatar yang sudah pulang itu karena atas dasar kemauan sendiri. 

“Ya karena begitu ada kejadian di Kalbar (Mampawah), mereka pada bingung untuk mengambil keputusan. Saya pun juga bingung. Karena provinsi dan provinsi kewenangannya adalah pusat, sedangkan bupati/walikota ke gubernur, sehingga kita mengkonsolidasikan kepada pemerintah pusat,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/m)