SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penyakit lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol merupakan penyakit baru yang menyerang pada sapi di pulau jawa, hal tersebut juga membuat Kabupaten Kotawaringin Timur sementara ini tidak bisa menerima pasokan sapi dari Pulau Jawa.

"Pasokan sapi di RPH saat ini memang sangat sedikit belum lancar betul seperti biasanya," ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Endrayatno, Rabu, 18 Januari 2023.

Saat ini sapi yang dipotong dan dijual untuk memenuhi konsumsi masyarakat Kotim ditopang dari Kabupaten tetangga seperti Pangkalan Bun dan Seruyan.

"Sementara ini disuplai dari Pangkalan Bun, Seruyan, kalau dari Pulau Jawa masih proses kemungkinan 2 sampai 3 minggu lagi, posisi sapi sebenarnya sudah di Bangkalan dan dikarantina karena ada penyakit baru lagi LSD sehingga ada aturan khusus, ada tambahan syarat selain vaksin PMK divaksin LSD sehingga makin lambat proses pengirimannya," jelasnya.

Menurutnya sapi yang akan dikirim harus melalui perlakuan khusus dan betul-betul steril tidak ada gejala PMK dan LSD baru bisa didistribusikan.

--page

"Harus ada izin pemasukan dari daerah yang dituju, ijin pengeluaran dari daerah asal sapi, diperiksa kesehatan baru keluar surat keterangan kesehatan hewan, kemudian sudah tervaksin PMK dan LSD lalu diistirahatkan mencapai 1 bulan," paparnya.

Dia menambahkan proses itulah yang membuat pendistribusian sapi semakin lama. Biasaya Kotim menerima pasokan sapi dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan dan dikirimkan melewati laut bisa langsung menuju ke Kotim ataupun Pangkalan Bun dan ada juga yang melewati Banjarmasin.

Dia mengatakan sebelumya akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi, Kotim sudah lama tidak menerima pasokan sapi dari Pulau Jawa, terakhir yakni pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2022 kemarin.

Sementara kebutuhan konsumsi sapi Kotim dalam sehari mencapai 8 ekor dan Kotim hanya mampu menyuplai sekitar satu ekor dari yang dibutuhkan.

"Jumlah total populasi sapi kita minim hanya sekitar 4 ribu ekor saat ini karena PMK kemarin kita tidak ada pasokan dari luar sehingga dipotong terus padahal sebelumnya sekitar 6 ribu ekor," tandasnya.(NOOR ANNISA/R)