BORNEONEWS, Sampit - Sebagian masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur kini mulai beralih membeli daging beku. Itu karena daging sapi segar dinilai lebih mahal dari daging tersebut.
Hal tersebut disampaikan seorang pemilik lapak daging sapi di Pasar Subuh, Tuti. Ia menyebut, maraknya toko Frozen food yang menjual daging beku dengan harga lebih murah berdampak pada penjualan daging segar di pasaran, khususnya di lapaknya.
"Sepi pembeli. Orang-orang lebih memilih membeli daging beku karena harganya miring," ujarnya, Rabu, 18 Januari 2023.
Dari pantauan Borneonews.co.id, harga daging sapi segar di pasaran mencapai Rp150 ribu hingga Rp170 ribu. Sedangkan daging beku berkisar antara Rp95 ribu hingga Rp115 ribu untuk daging kerbau dan daging sapi Rp125 ribu sampai Rp135 ribu.
Tuti mengatakan, sebelumnya, pedagang mendapatkan pasokan sapi dari luar pulau. Saat ini, pedagang hanya mengharapkan sapi lokal dan dengan harga yang lebih tinggi, belum lagi populasi sapi di Kotim yang sedikit sehingga agak sulit dicari.
--page
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Endrayatno, mengungkapkan, saat ini, Kotim memang sangat minim populasi sapi, ditambah lagi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang menyerang sapi beberapa waktu lalu mengakibatkan Kotim tidak bisa menerima pasokan sapi dari luar daerah, khususnya pulau Jawa.
Selama itu, hanya mengandalkan sapi lokal yang memang jumlahnya tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Kotim. "Jumlah total populasi sapi kita minim hanya sekitar 4 ribu ekor saat ini karena PMK kemarin, kita tidak ada pasokan dari luar, sehingga dipotong terus. Padahal sebelumnya sekitar 6 ribu ekor," sebutnya.
Dia menambahkan, kebutuhan sapi di Kotim dalam sehari mencapai 7 hingga 8 ekor dan dari jumlah kebutuhan sapi tersebut biasanya 90 persen dipasok dari sapi luar daerah.
Hingga saat ini, sambung dia, sapi dari pulau Jawa belum bisa didatangkan. Sebab, memerlukan proses yang lumayan lama, karena sapi harus divaksin dan dikarantina untuk memastikan kesehatannya. Apalagi selain penyakit PMK, saat ini, sapi di pulau Jawa juga diserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol. (NOOR ANNISA/Y)









