Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengajak sejumlah media dan anggota DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) ke PLTU Kumai, Selasa (23/2). Kunjungan ini untuk menunjukkan penyebab dan kendala sebenarnya defisit daya di Kobar.
Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Bun Purwanto mengungkapkan, kunjungan ke PLTU ini dimaksudkan sebagai sosialisasi mengenai kondisi sebenarnya sistem kelistrikan di Kobar. Utamanya gangguan operasi produksi di PLTU, yang merupakan salah satu penyebab terjadinya defisit daya di Kobar.
Produksi dan pasokan daya dari PLTU ini akan bertambah secara bertahap. PLTU juga berencana akan mengoperasikan turbin pembangkit listrik unit pada hari ini (22/2/2016).
"Bertahap, sambil pemanasan. Kami masih menunggu kabar dari PLTU. Rencananya (unit 1) pukul 17.00 wib masuk sistem. Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa (PLTBM) PT Korintiga Hutani (KTH) belum jelas," ujar Purwanto, Senin (22/2).
Seperti diberitakan sebelumnya, padam listrik total yang terjadi pada Jumat (19/2) siang akibat gangguan di jaringan tegangan menengah (JTM) interkoneksi PLN, di Jalan Pasanah Pangkalan Bun. Peristiwa ini memicu terjadinya gangguan operasi produksi di PLTBM PT KTH dan membuat defisit daya listrik di Kobar bertambah besar. Dari yang sebelumnya defisit sebesar 6,5 MW, pada Sabtu siang, menjadi 9,5 MW. Di tambah persoalan di PLTU Kumai, defisit listrik kian parah, menjadi 14 MW.
Berdasarkan laporan yang masuk, permasalahan yang terjadi di turbin unit 1 dan 2 di PLTU Kumai, mulai teratasi secara bertahap. Pada Minggu (21/2) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, PLTU Kumai sudah bisa mengoperasikan turbin unit 2 dan memasok daya listrik ke jaringan PLN sebesar 3 megawatt (MW). (RADEN ARYO W/m)


