BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2022, tensi geopolitik Rusia dan Ukraina serta kebijakan moneter agresif mendorong ketidakpastian pasar keuangan global, tidak terkecuali di Provinsi Kalimantan Tengah.
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yura Djalins pada kegiatan temu wartawan awal tahun 2023 kemarin.
"Akibat faktor tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global di tahun 3,0% dan melambat menjadi 2,6% di tahun 2023. Ini juga berlaku di Kalteng," kata Yura Djalins.
Sementara itu secara nasional, lanjutnya, perekonomian Indonesia pada triwulan III tumbuh sebesar 6,74% (yoy).
"Hal ini menurun dibanding triwulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,31% (yoy)," beber Yura lagi.
--page
Pertumbuhan nasional ini menurut Yura ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertambangan, dan pertanian.
"Sementara itu, konsumsi rumah tangga dan ekspor berkontribusi besar untuk pertumbuhan pada triwulan ini," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









