AKTIVITAS balapan liar di Kabupaten Seruyan meresahkan masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan, juga membahayakan pengguna jalan yang dijadikan lokasi ajang balapan liar. Keresahan kian menjadi lantaran penertiban yang dilakukan polisi tidak mempan. Mereka hanya berpindah lokasi.
Pantauan <>Borneonews<>, dalam beberapa hari terakhir, lokasi jalan lingkar kota yang biasanya sering dijadikan ajang adu kecepatan kendaraan, sekarang sudah tidak terlihat lagi, terutama saat sore hari.
Karena sejumlah personil kepolisian rutin melakukan patroli ke lokasi jalan lingkar kota tersebut. Namun, aktivitas remaja itu beralih ke area pemukiman warga transmigrasi Kecamatan Seruyan Hilir Timur dan ruas jalan menuju bangunan PLTU Kuala Pembuang di Desa Pematang Panjang.
Sukamto, warga Desa Bangun Harja Transmigrasi Unit II di Kuala Pembuang, mengaku terganggu dengan aktivitas balapan liar remaja itu. “Kami merasa terusik dengan balapan liar ini.
Suara knalpot yang digunakan sangat mengganggu istirahat warga dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain. Makanya kemarin kita laporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti,” kata Sukamto, Senin (22/2/2016).
Sementara itu, Kapolres Seruyan AKBP Budi Satrijo telah menginstruksikan jajarannya untuk meniadakan aktivitas balapan liar.
“Saya sangat sependapat dengan warga, balapan liar itu sangat meresahkan, terutama dari segi keselamatan. Selain itu mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang kebetulan melintas,” kata Kapolres.
Ia menginstruksikan anggotanya untuk melakukan patroli di lapangan. “Intinya jangan sampai ada kegiatan atau aktivitas yang dinilai negatif mengganggu kamtibmas.”
Menurut Kapolres, beberapa petugas dari Polres Seruyan dengan mengendarai motor cross pernah mengejar pembalap liar ke lokasi pertanian milik warga.
Takut tertangkap, sejumlah remaja tersebut menyembunyikan kendaraan balapnya di semak belukar. Selanjutnya, kendaraan tersebut diangkut oleh petugas ke Mapolres untuk diamankan.
(PN/B-2)


